GERAKAN LITERASI SEKOLAH
GERAKAN LITERASI SEKOLAH
SDIT NUFI SELONG
Gerakan Literasi Sekolah atau GLS adalah menjadikan sekolah sebagai lingkungan pembelajaran yang menyenangkan. Dengan bergulirnya era reformasi pada tahun 1998, semua orang merasa memilki kebebasan untuk berkreasi, berinovasi, maupun berekspresi. Karena memang hambatan ataupun penghalang untuk berkreatifitas, berinovasi maupun berekspresi hampir tidak ada. Lihat saja hari ini dukungan dari segala asapek terutama teknologi memudahkan orang untuk menggali potensi mereka masing – masing. Kebebasan yang terus menerus terjadi tersebut rupanya tidak selalu memunculkan efek yang positif pula. Hal ini terlihat di kalangan pelajar bahwa kebebasan yang tanpa kontrol memperlihatkan gejala atau akibat yang kurang baik. Terutama bisa kita lihat pada pola dan perilaku kaum terpelajar saat ini. Pada sisi lain kebebasan mengekspresikan diri bagi kaum terpelajar tersebut juga mendatangkan efek yang tidak sesuai dengan norma dan bertolak belakang dengan nilai nilai islam, Sekarang ini mereka bebas menulis, bebas berbicara, bahkan bebas memfitnah, bebas mencaci maki. Kebebasan tersebut tidak terkontrol tujuannya. Baik itu kepada yang tua, sama besar ataupun lebih kecil dari mereka. Kebebasan yang terus menerus membuat kita semua kecolongan, sehingga kembali masyarakat luas menilai bahwa lembaga pendidikan belum berhasil dalam upaya memanusiakan anak manusia. Keberhasilan lembaga pendidikan memang lebih banyak diukur dari seberapa baik sikap dan tingkah laku yang di perlihatkan oleh para lulusannya. Ketika seorang pelajar kurang berkenan dimata masyarakat, maka yang menjadi sasarannya adalah sekolah. Namun jika prilakunya sesuai dengan keinginan masyarakat maka sekolah tidak begitu di apresiasi.maka oleh sebab itu JSIT (Jaringan Sekolah Ialam Terpadu) datang untuk membenahi masalah tersebut, JSIT sudah tersebar ke seluruh indonesia dan diakui oleh masyarakat efeknya. SDIT NUFI Selong hadir di tengah masyarakat kota selong untuk masyarakat lombok timur khususnnya, berdiri pada tahun 2005 hingga saat ini masyarakat lombok timur sudah merasakan efeknya. Selaian dari pada itu SDIT NUFI Selong sudah diakui oleh pemerintah sebagai sekolah percontohan di lombok tomur. Sebelum pemerintah menggagas program GLS NUFI Sudah lama melaksanakan untuk lebih jelasnya mari kita simak program harian SDIT NUFI SELONG dibawah ini.
Gerakan Literasi Sekolah atau GLS adalah menjadikan sekolah sebagai lingkungan pembelajaran yang menyenangkan. Dengan bergulirnya era reformasi pada tahun 1998, semua orang merasa memilki kebebasan untuk berkreasi, berinovasi, maupun berekspresi. Karena memang hambatan ataupun penghalang untuk berkreatifitas, berinovasi maupun berekspresi hampir tidak ada. Lihat saja hari ini dukungan dari segala asapek terutama teknologi memudahkan orang untuk menggali potensi mereka masing – masing. Kebebasan yang terus menerus terjadi tersebut rupanya tidak selalu memunculkan efek yang positif pula. Hal ini terlihat di kalangan pelajar bahwa kebebasan yang tanpa kontrol memperlihatkan gejala atau akibat yang kurang baik. Terutama bisa kita lihat pada pola dan perilaku kaum terpelajar saat ini. Pada sisi lain kebebasan mengekspresikan diri bagi kaum terpelajar tersebut juga mendatangkan efek yang tidak sesuai dengan norma dan bertolak belakang dengan nilai nilai islam, Sekarang ini mereka bebas menulis, bebas berbicara, bahkan bebas memfitnah, bebas mencaci maki. Kebebasan tersebut tidak terkontrol tujuannya. Baik itu kepada yang tua, sama besar ataupun lebih kecil dari mereka. Kebebasan yang terus menerus membuat kita semua kecolongan, sehingga kembali masyarakat luas menilai bahwa lembaga pendidikan belum berhasil dalam upaya memanusiakan anak manusia. Keberhasilan lembaga pendidikan memang lebih banyak diukur dari seberapa baik sikap dan tingkah laku yang di perlihatkan oleh para lulusannya. Ketika seorang pelajar kurang berkenan dimata masyarakat, maka yang menjadi sasarannya adalah sekolah. Namun jika prilakunya sesuai dengan keinginan masyarakat maka sekolah tidak begitu di apresiasi.maka oleh sebab itu JSIT (Jaringan Sekolah Ialam Terpadu) datang untuk membenahi masalah tersebut, JSIT sudah tersebar ke seluruh indonesia dan diakui oleh masyarakat efeknya. SDIT NUFI Selong hadir di tengah masyarakat kota selong untuk masyarakat lombok timur khususnnya, berdiri pada tahun 2005 hingga saat ini masyarakat lombok timur sudah merasakan efeknya. Selaian dari pada itu SDIT NUFI Selong sudah diakui oleh pemerintah sebagai sekolah percontohan di lombok tomur. Sebelum pemerintah menggagas program GLS NUFI Sudah lama melaksanakan untuk lebih jelasnya mari kita simak program harian SDIT NUFI SELONG dibawah ini.
1. RABU MEMBACA
Rabu membaca merupakan program harian untuk mempasilitasi seluruh siswa dan guru dalam membaca secara serentak selama 30 menit sebelum mulai pembelajaran lalu kemudian setiap siswa berbaris antri didepan kelas untuk menyampaikan kembali kepada guru apa yang siswa pahami dalam buku yang sudah dibaca, Rabu membaca ini merupakan hari yang dinanti nanti oleh siswa karena selain membaca siswa juga menunjukkan hasil membaca yakni bercerita (mendongeng) disinilah siswa menunjukkan ekspresi hasil membacanya. Selain itu siswa juga menunjukkan kreasi kreasi yang lain seperti tari, drama, pantomim dll.
2. MADING (Majalah Dinding)
Dalam mengekspresikan hasil membaca di hari rabu siswa juga berkesempatan untuk berekspresikan diri dalam berkarya sehingga berkeaempatan mengisi MADING baik itu karya tulis( karangan cerita sendiri, puisi, kata kata selogan, pantun) karya seni (menggambar, komik, melukis, poster)
3. POJOK BACA
Pojok baca merupakan sarana yang disediakan untuk membaca baik siswa maupun guru, pojok baca ini dimanfaatkan pada waktu 5 menit sebelum masuk belajar kemudian di waktu keluar main, dan setelah pulang bagi siswa yang belum di jemput pulang.
4. INFAK BUKU
Infak buku kerjasama dengan siswa dan wali murid sistemnya buku buku yang di simpan sudah selesai di baca dikumpulkan disekolah pertukaran buku bacaan inilah yang menarik minat baca siswa.
inilah Program yang di lakukan di SDIT NUFI Selong dan alhamdulillah siswa cukup aktif dan mampu meningkatkan minat baca siswa.namu program diatas masih banyak pengembangan sehingga kedepan akan lebih baik lagi.




Kereeeen, tapi banyak tulisan yg masih typo.. Edit lagi dong..
BalasHapus